Terharu banget waktu denger cerita Ibu, sekembali dari Masjid Agung, Ibu berdoa agar aku bisa menikah tahun ini, dan bisa melangsungkan akad nikah di Masjid Agung.Terima kasih Ibu,aku sangat menyayangimu.Ya Alloh, mudahkanlah jalan agar aku bisa mewujudkan impian Ibuku tahun ini...
Search
Archives
- April 2008 (2)
- December 2007 (1)
- November 2007 (1)
- October 2007 (3)
- September 2007 (4)
- August 2007 (6)
- July 2007 (5)
- June 2007 (6)
- May 2007 (6)
- April 2007 (5)
- March 2007 (7)
- February 2007 (7)
- January 2007 (11)
- December 2006 (13)
- November 2006 (9)
- more...
Archives for: January 2007
Tentang SMS
"met mlm juga Yah,adek ma bunda kangen ma ayah.."
Sebuah sms yg sengaja aku kirim, sebagai balasan sms sebelumnya dari seorang teman saat mengucapkan selamat malam utkku ![]()
Ada satu harapan kecil yg kusisipkan saat mengirim sms itu,smoga yg menerimanya cepat bertemu sang "bunda" yg dia impikan slama ini.Sekali lagi semoga ada malaikat yg baca tulisanku kali ini,biar ada yg mengamini, cepet terkabul lagi deh,hehehe..amin..amin...
Setuju khan jelekk![]()
Saat batinkupun tak mampu lagi menangis..
Begitu tak berartinyakah aku untukmu..
Begitu bodohkah aku dimatamu..
Begitu angkuhnyakah diriku..
Begitu keraskah hatiku..
Begitu hinakah aku..
Hingga sedikit kasih mu seolah tak layak untukku
Ini memang bukan yang pertama
Malam ini adalah satu diantara rentetan hal yang selalu kau tunjukan,
betapa sedikitpun apa yang ku lakukan tak pernah menyentuh hatimu..
Sudah sekian kali cemoohan, hardikan bahkan mungkin kutukan itu
tanpa segan kau layangkan..
Bahkan untuk masalah sekecil,malam itupun
Aku harus mengadu pada siapa..
Benarkah sedikitpun tak ada tempat untukku dihatimu
Aku sangat mencintaimu....
Kau boleh terus menghardikku, memaki dan apapun yang mampu membuatmu jauh lebih merasa nyaman
Tapi tolong jangan katakan sujud malamku adalah hal sia-sia
karena kebodohanku yang tak kunjung hilang dimatamu
Aku terlalu sakit untuk hinaan yang satu ini,
Betapa sulit menggapai hatimu..
Aku hanya ingin sedikit tempat dihatimu, tidak lebih
Akhirnya
Setelah semua postingku dikatakan aneh,kaku, kek' pakar ekonomi nulis isi hati
, akhirnya ada pengakuan menyenangkan hari ini, tulisanku dibilang baguss lohhh
, seneng dehh...
Sedikit curiga sihh...itu ngomongnya bener2 ikhlas pa lantaran beberapa topik nyrempet2 ma si mahluk idup nan ajaib itu yahh..
hehehehe..becanda deng, btw thanks yahhh...
Kenapa Ya..
Pagi ini tak seperti dua pagi sebelumnya...
ada perdebatan kecil antara aku dan seorang teman,dan yang tersisa sekarang "sakit"
Sekali lagi kesalahan yang sama terulang kembali,
kenapa yah..begitu sulitnya aku memaafkan kesalahan orang lain, dan selalu sulit menerima penjelasan.
Aku justru lebih merasa nyaman memutuskan
sillaturohim untuk menghindari rasa "sakit" yang kemungkinan akan timbul lagi jika aku masih dekat dengan seseoarang,dari pada aku belajar memahami permasalahan yang ada.
Kenapa begitu sulit mencari obat untuk "penyakit"ku yang satu ini,
Hanya tak mendapatkan "arti" dari orang lain,aku harus merasakan lara berkepanjangan.
Inikah dampak dari lingkungan yang slalu menginginkan kesempurnaan dalam diriku, hingga tanpa sadar hal itupun aku terapkan untuk orang lain...bodohnya aku ini,hal itu begitu tidak nyaman untukku namun justru aku tanamkan untuk orang-orang yang begitu "penting".
Harusnya ini tak perlu terulang dan terulang,seperti pagi ini mustinya aku tak perlu menuntut, sebuah "arti" dari temanku.
Buat temanku,kalau kau baca tulisanku ini,aku benar-benar tersiksa dengan kondisi seperti ini.
Maukah kau menemaniku mencari "obat" untuk "penyakit"ku ini..
Sekali lagi maap...
Pagi yang menyenangkan..
Dua hari ini, aku slalu terbangun oleh dering hpku..
dari seberang terdengar suara cempreng nan menjengkelkannya si jelek
uuuhhhh nyebeliiinnn bangeeetttt..
pagi indahku tercemar gara-gara suara cempreng si jelek..
tapi pas baca sms, rasanya adem banget hati ini...hehehe, tau kenapa si jelek bilang katanya semalem abis tahajud dia ngerasa lebih tenang ![]()
Akhirnya,si jelek bisa ngerasain apa yg aku rasain slama ini..
Betapa nyamanya saat begitu dekat dengan-Nya.
Apa yahh...susah deh buat dilukiskan dengan kata-kata..hehehee..
Yang pasti seneng banget,ga sia-sia susah-susah bangunin si jelek![]()
Buat si jelek moga-moga ketenangan ini adalah awal dari terwujudnya impian kita,amin
Dan semoga ada malaikat yg baca tulisanku kali ini,
jadi ada yang mengamininya![]()
Jadi lebih cepet deh terwujudnya hehehe...
amin..amin..
Aku ingin..
Aku tak ingin menjadi kejoramu,
karena hanya muncul di malam hari
Aku tak ingin menjadi rembulanmu,
karena keagungan sinarnya terkalahkan oleh awan
Aku tak ingin menjadi mataharimu,
Karena walau menyinari muka bumi ini,
dia hanya datang di siang hari
Aku tak ingin menjadi bunga krisanmu,
yang selalu menghias dan mewangi disudut kamarku,
tapi dalam tiga hari akan layu
Akupun tak ingin menjadi satu diantara segenggam berlianmu,
karena hanya kau simpan dan tak memiliki fungsi lebih.
Yang kuingini adalah,
menjadi nuranimu, hatimu, langkahmu,tujuanmu
bahkan juga nafsumu
Aku ingin menjadi jiwamu
Menjadi keyakinanmu dalam impian yang sakinah
Mampukah kau mewujudkannya...
Bolehkah..
Bolehkah jika hari ini aku merindukanmu..
Menjaga Kemuliaan Diri Saat Bercanda
"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sebab sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan diantara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." (QS.Al-Isra' [17] : 53)
Banyak orang tidak konsisten dengan kebenaran ketika ia larut dalam canda dan kelakar sehingga kemuliaannya terpuruk akibat kesia-siaan yang dilakukannya.
Diriwayatkan dalam hadist riwayat Bukhari dan muslim Abu Musa pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. " Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama?" Rasulullah menjawab, "Orang yang kaum Muslimin selamat dari kejahatan lidah dan tangannya. "
Bercanda merupakan perbuatan lidah dan tangan yang dapat berakibat baik dan buruk, tergantung motivasinya. Untuk itu, alangkah mulianya bila motivasi itu adalah menyampaikan kebenaran dan menjaga ukhuwah. Rasulullah merupakan figur yang paling konsisten dalam kebenaran tatkala beliau bercanda.
Riwayat lain yang sangat terkenal adalah ketika suatu hari Rasulullah kedatangan seorang nenek tua. Ia berkata, " Ya Rasullullah, berdoalah kepada Alloh agar memasukanku ke dalam surga."
Beliau menjawab, " Hai Ummi Fulan, sesungguhnya nenek tua tidak akan masuk surga." Nenek tersebut kemudian pergi sambil menangis.
Lalu Beliau bersabda, "Beritahu kepadanya bahwa ia akan masuk surga tidak dalam keadaannya yang tua renta seperti itu."
Sebab Alloh SWT berfirman, " Sesungguhnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan (Al-Waqi'ah [56] : 35-36)
Ada apa dengan hari ini...
Ibu..
Kalau slama ini aku diam,
bukan berarti aku tak berusaha
Senyumku disetiap pertanyaan yang sama itu hadir,
adalah pelarian sesaatku
Sungguh aku sangat pedih
Akupun tak ingin dalam kondisi seperti ini terus
Aku belum lelah
tapi hampir putus asa
Aku mohon jangan katakan "sulit" itu lagi Ibu...
karena Kau tak pernah memperkenalkan itu padaku
Aku hanya membutuhkan restumu Ibu
Aku mohon...
____________________________
Jika aku bisa menangis, sampai air mataku habis
Jika aku bisa teriak,hingga kau dengar
Jika aku bisa berontak, dari kegalauanku
Jika aku bukan seorang pecundang
Jika aku mampu mengatakan jujur
Jika aku bisa membuat waktu kembali
Jika aku mampu memohon padamu..untuk tetap tinggal disini
dan jika dari segala jikaku kau tau..
mungkin aku tak serepot ini menuliskan isi hatiku
Kenapa yah, sesuatu begitu tampak berarti setelah beranjak pergi...?
Layakkah...
Layakkah mengharapkan sesuatu yang telah bertuan?