berpijak pada kerinduan yang sederhana,
aku menanti "kado istimewa" darimu...
Search
Archives
- April 2008 (2)
- December 2007 (1)
- November 2007 (1)
- October 2007 (3)
- September 2007 (4)
- August 2007 (6)
- July 2007 (5)
- June 2007 (6)
- May 2007 (6)
- April 2007 (5)
- March 2007 (7)
- February 2007 (7)
- January 2007 (11)
- December 2006 (13)
- November 2006 (9)
- more...
Archives for: February 2007
2 x 24jam tanpamu
Penyakit Hati
Hati yang sakit terlihat dari ketidakmampuannya melaksanakan tugas khusus yang karenanya ia diciptakan, yaitu ilmu, hikmah, ma'rifat, mencintai Allah dan beribadah kepada-Nya serta mementingkan semua ini daripada setiap bisikan nafsu.
Seorang wali besar yang merasa dirinya begitu dekat dengan Tuhan,
Ibrahim Al Khowasi, pada suatu hari sedang melakukan safar, sebuah
perjalanan untuk mendalami makrifat dan hakikat. Ia telah
menempuh gunung demi gunung, hujan dan panas, sampai akhirnya ia
kehausan di tengah-tengah suatu padang yang tandus
Matahari amat terik menyengat sekujur tubuhnya sehingga zat cair di
dalam jasadnya bagaikan diperas habis.
Pada waktu dahaganya kian memuncak dan bibirnya sudah pecah-pecah,
dengan mata yang berkunang-kunang Ibrahim Al Khowasi melihat di atas
sebuah bukit kecil ada sebatang pohon delima, satu-satunya pohon buah
di antara semak-semak gurun yang berduri.
Terseret-seret langkahnya tatkala ia bergegas-gegas menuju ke bukit
itu. Beruntung dia, di pohon tersebut terdapat sebutir buah delima,
kecil tetapi kuning ranum kemerah-merahan. Tanpa berpikir panjang
lagi, Ibrahim Al Khowasi dengan gembira memetik buah itu dan segera
memecahkannya, lantas memasukkannya ke dalam mulut.
Ia sudah membayangkan sebelumnya betapa nikmat dan segar rasanya
apabila di tengah panas seterik itu memakan delima yang matang.
Ternyata yang dibayangkan tidak seperti yang dialaminya. Buah delima
itu rasanya hambar dan pahit sampai ia memuntahkannya buru buru,
karena di mulutnya bahkan terasa getir dan gatal.
kemudian ia meneruskan perjalanan. Hari telah rembang petang ketika
ia tiba di sebuah daerah yang subur dan penuh di tumbuhi bunga-
bungaan yang sedang berkembang serta menyebarkan bau harum.
Ketika ia akan beristirahat, tiba-tiba terdengar suara tua mengerang
ngerang kesakitan di balik bunga-bungaan yang rimbun. Ibrahim cepat-
cepat mendatangi tempat itu dengan maksud hendak memberikan
pertolongan seandainya diperlukan.
Di situ ia melihat seorang kakek yang terbaring tanpa daya dengan
tubuh bengkak-bengkak bekas disengat lebah berbisa. Ibrahim
berjongkok mau menolong kakek itu, namun si kakek sudah keburu
bangkit, lantas duduk seraya berkata, " Apa kabar, Ibrahim Al
Khowasi?"
Wali besar ini kaget. Ia bertanya, " Siapakah Tuan? Di mana Tuan
mengenal saya, dan kapan kita pernah berjumpa."
Kakek tadi menjawab dengan angkuh, "Wahai , Ibrahim, mengapa heran?
Aku ini orang yang sangat dekat dengan Tuhan. Aku tidak perlu bertemu
dulu untuk mengenal dirimu dan mengetahui apa tujuan kepergianmu."
Ibrahim tersinggung. Sombong betul kakek ini. Maka ia menjawab, "
Hai, orang tua, alangkah angkuhnya sikapmu. Engkau mengaku dekat
dengan Allah, tetapi badanmu penuh dengan luka luka membengkak akibat
sengatan lebah berbisa.
Kalau memang engkau dekat dengan Allah, bukankah seharusnya, tatkala
lebah-lebah itu hendak menyerang tubuhmu, engkau bisa memohon kepada
Allah agar melindungimu dari serbuan binatang-binatang kecil itu?"
Kakek tersebut tersenyum dan menyahut, "Ternyata engkau masih picik,
Ibrahim. Aku tahu engkau pun menganggap dirimu telah dekat dengan
Allah.
Namun mengapa ketika tanganmu terangkat keatas akan memetik buah
delima yang engkau tidak tahu siapa pemiliknya dan engkau belum minta
izin kepadanya, engkau tidak memohon agar Allah melindungimu dari
perbuatan curang seperti itu? Ibrahim, sakitku ini akibat disengat
lebah hanyalah sakit badan kasar yang akan sembuh kembali, di obati
ataupun tidak.
Tetapi penyakitmu yang masih mudah tergiur oleh hawa nafsu adalah
penyakit dalam, penyakit hati, yang akan terus mengeram dan menyebar
menjadi benih benih maksiat sepanjang hidupmu apabila engkau tidak
segera bertaubat.
Karena itu pulanglah engkau kenegerimu, renungkanlah dosamu,
obatilah penyakit hatimu sebelum engkau berusaha mengobati orang lain.
Banyaklah berpuasa, berdzikir, mengingat Allah, di samping beramal
menyebarkan manfaat dan kebaikan kepada masyarakat sekelilingmu,
kepada alam sekitarmu tempat engkau dibangkitkan Tuhan untuk menjadi
orang suci, pelihara amanat Tuhan ini.
(dikutip dari "30 Kisah Teladan")
Siapa yang menyadari umur yang pendek jika dibanding dengan kehidupan akherat yang panjang, maka dia akan berani menanggung beratnya perjalanan selama beberapa hari, untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi.
Lintangku
tutur polos yg keluar dari mulut mungil keponakanku itu telah meluluhlantahkan benteng keegoisanku..
miris banget waktu mendengarnya,sekuat tenaga dengan keangkuhan yg masih tersisa aku masih mampu menahan agar tidak menangis didepan dia..
maafkan tante sayang,walau tante bisa memenuhi apapun yang kmu inginkan ternyata tante tidak bisa membeli kasih sayang,tante sayang sekali sama Lintang.
Ijinkan aku undur..
Ijinkan aku undur..
Aku merasa tak ada fungsi lebih walau masih berada disampingmu
Harapku...
"Setiap sahabat adalah rahmat,setiap rahmat adalah harap dan setiap harap pasti berjawab,dan harapku itu cintaku,tidak bicara tentang keabadian, tapi kebersaatan,keterkejutan,nikmat kejap syukur dalam keterbatasan.
Bagaimana syukur keterbatasan?
Dengan meyakini,memang kebersaatan itulah yang menjadi hakku,singgahmu yang sebentar itulah miliku. Aku tak boleh berharap lebih aku harus mampu berterima kasih dengan meski..."
oleh Aulia A Muhammad
Sedetikpun...
Sedetikpun bayangmu tak pernah lepas dariku..
Doa Saat Hujan
Udah 3 hari ini tiap kali pulang kerja selalu kehujanan,dan yang paling parah Selasa kemaren
,dari mulai jl. pahlawan,tanjakan siranda ampe jl.sultan agung
,klo helm ditutup ga keliat jl,klo ga ditutup kek di tusuk2, tuuhh aer ga sopan banget...palagi pas sampe di depan hero,duhhh...kaca sepion ga nampak apa2,banjir lagi
,pengendara laen si lebih milih nginep sesaat dihalte,tapi klo aku pikir juga ngapain,hujan juga baru aja dtg,paling cepet juga jam 9an baru pegi
,mending tancep gas.Btw ada satu hikmah pas tersiksa dihajar hujan sore itu,mustinya mulai sekarang aku lebih rajin dan sungguh2 berdoa buat si jelek,agar CR-V impiannya cepet terwujud,dan yg lebih penting secepatnya pindah tugas ke Semarang,ngapain punya CR-V klo masih jauhan...tetep aja aku bakalan pulang kerja keujanan