Search blog.co.uk

Archives for: April 2007

Tulang Rusuk

by langitku @ 2007-04-18 - 09:26:44

Hani : Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa?
Hans : Kamu dong !!!
Hani : Menurut kamu, aku ini siapa ?
Hans : (berpikir sejenak lalu menatap Hani dengan pasti) Kamu tulang rusukku!!!

Karena Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua Pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya,tidak lagi merasakan sakit di hati ..."

Setelah menikah, pasangan itu mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang ada.
Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.
Pada suatu hari pada akhir sebuah pertengkaran Hani lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak "Kamu nggak cinta lagi sama aku !".
Hans sangat membenci ketidak dewasaan Hani dan secara spontan balik berteriak "Aku menyesal menikahimu ! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!!!"
Hani terdiam dan berdiri terpaku untuk beberapa saat. Hans menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan, tetapi seperti air yang telah tertumpah tidak mungkin untuk diambil kembali.
Dengan berlinang air mata, Hani kembali ke rumah dan mengambil barang -barangnya, bertekad untuk berpisah. "Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati kita masing - masing."

Lima tahun berlalu.Hans tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Hani.Hani pernah ke luar negeri tetapi sudah kembali. Dia pernah menikah dengan orang asing dan bercerai.
Hans agak kecewa bahwa Hani tidak menunggunya kembali.
Dan di tengah malam yang sunyi dia meminum kopinya dan merasakan sakit di hatinya. Tetapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Hani.

Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat di mana banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas.

Hans : Apa kabar ?
Hani : Baik ... apakah kamu sudah menemukan tulang rusukmu yang hilang ?
Hans : Belum.
Hani : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, tidak ada yang berubah.Hani tersenyum manis, lalu berlalu. "Good bye...." Satu minggu kemudian ternyata Hani adalah termasuk salah satu korban Menara WTC.

Malam itu, sekali lagi, Hans mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di hatinya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Hani, Tulang rusuknya sendiri yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

"Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya adalah fatal.
Seringkali penyesalan itu datang belakangan akibatnya setelah kita menyadari kesalahan kita, semua sudah terlambat....
Karena itu jagalah dan sayangilah orang yang kau cintai dengan segenap hatimu...,
Sebelum kau mengucapkan sesuatu berpikirlah dulu, apakah kata - kata yang kau ucapkan akan menyakiti orang yang kau cintai??
Kalo iya sebaiknya jangan kau ucapkan. Karena akan semakin besar resiko kau kehilangan orang yang kau cintai.
Jadi berpikirlah dahulu, apakah kata -kata yang akan kau ucapkan sebanding dengan akibat yang akan kau terima??"


 
 

Berhentilah Jadi Gelas

by langitku @ 2007-04-13 - 07:12:46

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan ini selalu tampak murung.

"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.

"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang
murid muda.

Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana
yang diminta.

"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata
Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air
asin.

"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.

"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.

"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir
danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.

"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"

"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah."

Si murid terdiam, mendengarkan.

"Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya
tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu
jadi sebesar danau."

PELAJARAN KETEGARAN

Di California Selatan ada sebatang pohon yang terkenal di seluruh Amerika.
Sepanjang tahun pohon itu dikunjungi ribuan wisatawan dari dalam dan luar
negeri. Bentuk pohon itu sama sekali tidak sedap dipandang mata. Tingginya
kurang dari 2 meter dengan batang agak pipih & melintir. Hanya sebagian cabang
ditumbuhi daun, sedang bagian lainnya gundul. Pohon itu menjadi terkenal karena
tumbuh di atas batu granit yang keras. Tingginya sekitar 100 mtr di atas
permukaan laut, menghadang langsung Samudera Pasifik yang anginnya keras
mendera.

Tidak ada pohon lain yang tumbuh di sekitarnya, kecuali pohon itu. Rupanya
beberapa tahun lalu sebutir biji pohon terbawa angin, dan jatuh di celah batu
granit yang ada tanahnya. Benih itu kemudian tumbuh, tetapi setiap kali batang
muncul keluar, langsung hancur diterpa angin Pacific yang kencang. Terkadang
pohon itu tumbuh agak besar, tapi badai kembali memporakporandakannya.

Sekalipun demikian, akarnya terus tumbuh menghunjam ke bawah mencapai tanah
melewati poros-poros batu granit sambil menghisap mineral-mineral di sekitarnya.
Sementara itu batangnya tumbuh terus setelah berkali-kali dihancurkan angin
kencang, makin lama makin kokoh dan liat sampai akhirnya cukup kuat menahan
terpaan badai, sekalipun bentuknya tidak karuan. Oleh orang Amerika, pohon
tersebut dianggap sebagai simbol ketegaran karena seakan-akan memberi pelajaran
kepada umat manusia untuk tetap tabah dan gigih dalam menghadapi berbagai cobaan
dan gelombang kehidupan.

Ada beberapa hal yang perlu dipahami. Pertama, selama hidup, kita tidak bisa
bebas dari masalah karena masalah adalah bagian dari kehidupan. Kedua, masalah
tidak selalu berdampak negatif, tetapi juga bisa positif. Bila seseorang mampu
mengatasi masalahnya dengan baik, maka selain meningkatkan ketegaran juga
menjadikan lebih matang dan dewasa. Intinya adalah bagaimana menghadapi masalah
dan mengatasinya, serta apakah seseorang dapat belajar dari pengalamannya.

Ada seseorang meninggal, dan ketika sadar ia sudah berada di tempat indah penuh
dengan segala fasilitas. Apapun yang ia minta selalu dipenuhi. Dan tentu saja
sama sekali tidak ada masalah di sana. Mula-mula almarhum sangat bahagia, tapi
lama kelamaan menjadi sangat jemu karena segalanya terpenuhi, tinggal minta.
Akhirnya di puncak kejemuannya ia memohon, Ya Tuhan, aku sangat jemu di Sorga
ini.
Pindahkan aku ke neraka. Dan apa jawaban Tuhan? Ini bukan Sorga, ini
neraka!. Jika problem dihadapi dan berhasil diatasi, dibalik segala masalah ada
hikmah yang bisa diambil.

Pertama, adanya problem memberikan kesempatan kepada kita untuk membuktikan
bahwa kita mampu mengatasinya. Keberhasilan mengatasi masalah dan bukan
menghindarinya akan membuat diri kita menjadi lebih tegar dalam menghadapi
berbagai masalah lain yang pasti suatu saat akan muncul. Kepercayaan diri kita
akan meningkat dan kita tidak lagi menjadi pengeluh yang cengeng.
Kedua, mengalami getirnya problem memberi peluang untuk menentukan sikap, apakah
akan tetap menjalani pola hidup yang sama atau beralih ke arah yang lebih benar
dan baik. Sebagian besar penyebab timbulnya masalah adalah karena salah
menentukan sikap dan tindakan. Jadi sebenarnya selain memberi petunjuk bahwa
kita telah salah langkah. Problem yang timbul juga memberi peluang untuk
mengubah arah.

Ada sebuah kisah menarik. Seorang pria yang bersahabat dengan orang-orang jahat,
difitnah oleh teman2-nya sehingga masuk penjara selama
bertahun-tahun. Setelah keluar penjara, keluarganya menganjurkan supaya mencari
mereka yang memfitnah dirinya dan mengajukan mereka ke pengadilan. Tetapi pria
itu menolak bahkan memaafkannya. Ia mengatakan bahwa musibah itu terjadi karena
kesalahannya sendiri memilih teman-teman yang tidak baik.

Kejadian tragis itu malah memberi peluang baginya untuk memilih jalan hidup baru
yang lebih baik. Kemudian ia membuka lembaga pendidikan pribadi yang mengajarkan
makna memaafkan.
Keyakinan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan keyakinan bahwa
setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan keyakinan bahwa di balik masalah
ada hikmah yang bisa diambil merupakan sikap positif dan sehat.

Akhirnya, kalau kita sadar bahwa problem/masalah merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari kehidupan dan selalu ada cara untuk mengatasinya serta selalu
ada hikmah di balik masalah, maka kita tidak akan lari dari masalah.
(dikutip dari Majalah Nirmala)

Izal

by langitku @ 2007-04-10 - 06:52:48

"Er,anaku barusan nanyain km,ini kan dia ga bs jln ktbrk mtr "

From :
Mba yati
08522604XXXX
sent :
10-Apr-2007
12:15:30

Mohon doa utk kesembuhan anak teman saya
Afrizal Gibran Adiya Putra (Izal)

Disuatu siang

by langitku @ 2007-04-07 - 06:30:16

Sabtu siang,tiba-tiba telp dimeja saya berdering dan....

Teman saya :siang,bisa bicara dg Ibu Erni

Saya           :siang..maaf saya bicara dengan siapa ya?

Teman saya :aku Er...Yati

Saya           :ealahh...da pa Mba?

Teman saya :Er,tak critani..aku ditrima kerja di TERA,tapi aku bingung     Mas Andy sak iki neng jakarta,truss Izal karo sopo jal?

Saya : lah trus..pie?

 Teman saya : Izal ngerti aku meh kerjo malah seneng,dia bilang "mah,Izal dititipi ke tante Erni aja," hehehe...truss aku bilang klo tante Erni khan kerja dek,malah dia bilang "gpp mah,aku ikut tante Erni kerja aja" weks...anaku luweh milih koe Er timbang aku mamahe...rak sopan tenan ok

Saya : yo wes to Mba,rak po-po..aku yo seneng kok dititipi...

Teman saya : walah rak kuat mbayare..

Saya :ora usah gedhe2 cukup 3x lipat dari gajiku seng sak iki ae pie,tak jamin anakmu hepi..pi wahihihihi

Teman saya : walahh..rak cucok no aku ne kerjo..er..er..mbok tulung ne iso pulang kerja mampir ke rumahku sek ya..aku bingung kasi alesan ke Izal,beberapa hari ini dia nanyain kmu terus..tiap sore abis tak pakpungi..dia ngajak duduk2 diteras..katane nunggu tante Erni

Saya : (sedikit trenyuh) wehhh...lah kok ga bilang dari kemaren to Mba...ya wes Insyaallah,plg kerja aku kesana,tapi Izal ga usah dikasi tau yahh..buat kejutan ..

Teman saya : trims ya Er..ya wes ya..tak tunggu tenan loo..Assala'mualaikum..

Saya : wa'alaikumsalam wr.wb

Ternyata masih ada cowok yg begitu tulus menyayangi dan menanti saya,walo baru berumur 3th :D
Izal...tante datang...

Pamit

by langitku @ 2007-04-03 - 04:13:39

Setelah pembicaraan dengan seorang teman semalam,saya merasa tulisan saya beberapa bulan terakhir hanya menimbulkan bisul jiwa untuk sebagian orang,walaupun saat saya menulis sedikitpun saya tidak ada maksud untuk seperti itu,saya menulis hanya untuk sekedar menuangkan apa yg saya rasakan,dan apa yg bersinggungan langsung dengan saya.Entahlah apalagi yg bisa saya ungkap sekarang,karena seolah-olah saya sudah mati rasa untuk menulis,karena kesakitan org lain yg timbul gara-gara tulisan saya.Satu hal lagi kelebihan yg ada pada diri saya yg tidak pernah saya ketahui sampai dengan tadi malam,selain keangkuhan dan keegoisan,ternyata saya memiliki jutaan asumsi,yg begitu mengekang ruang gerak org lain,dan yg lebih fatalnya lagi hal itu menggiring saya pada satu suasana,dimana semua org mentertawakan saya sementara saya malah ikut-ikutan tertawa,menyedihkan sekali...Beberapa malam sebelumnya saya sempat dibuat takjub dengan pemikiran seorang teman dari teman saya,yg bersangkutan mengakatakan kalau Tukul Arwana,hanya memperlihatkan kebodohannya untuk membuat org lain tertawa,jujur saja saya tidak terlalu menyukai acara Empat Mata yg dipandu beliau,tapi secara kebetulan pagi harinya saya melihat profil beliau dan gimana perjuangan beliau dalam menundukan Jakarta,alhasil dalam sekali muncul di tv ratusan juta yg beliau dapatkan,untuk seorang Tukul Arwana yg punya banyak alasan utk sebuah kebodohannya,pun ada yg berpendapat demikian,apalagi utk seorang Erni,saya tidak bermaksud mengnyalahkan atau apalah pendapat org,tapi saya hanya berfikir kenapa hanya menilai dari satu sisi tentang sebuah kebodohan yg terbayar,kenapa tidak menilai seorg Tukul Arwana yg hanya lulusan SMA tapi mampu mendapatkan bayaran lebih dari anggotan DPR yg mengenyam pendidikan pastinya lebih dari SMA bukan.Ini hanya pemikiran kecil dari seorang kecil seperti saya,tapi saya juga musti bertrimakasih karena ungkapan tersebut membuat saya mengerti,mungkin ada beberapa orang diluar sana yg juga beranggapan tulisan saya yg menye-menye [bunda venus : mode] ini hanya sebuah kebodohan utk mendapatkan simpati dari org lain.
Karena itulah agar para pembaca sekalian tidak bosan dgn kemenye-menyean saya yg tidak ada faedahnya ini,mending saya berhenti nulis utk sesaat,agar saat saya menulis lagi nantinya jauh lebih bermutu [bermutu stadarnya saya tentunya].


 
 

Footer

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.