"mengko ne berangkat kerja ati-ati yo nduk"
kalimat yg diucapkan bapak sebelum berangkat kerja tadi pagi,saya hanya menjawab singkat "nggih pak" tanpa berani menatap wajah bapak,saya ngga mau bapak saya tau kalau kedua mata saya sudah penuh dengan butiran bening air mata,yaa begitulah,dalam dua hari ini bapak saya harus berganti profesi,setelah kesalahan yg dilakukan oleh teman kerjanya,bukan kesalahan sih sebenarnya karna walau bagaimana saya tau persis siapapun tidak akan pernah mau mengalaminya,tapi yahh sekali lagi dimanapun juga tetap sama saja,pihak berkuasa tidak pernah mau tau,atau ambil pusing,bahkan sekedar sedikit menoleh pada dampak yg akan timbul pada keluarga dari karyawannya,entahlah apa mereka sama sekali tidak pernah belajar PPKN atau jiwa kapitalis yg sudah mendarah daging pada diri mereka,aahh sudahlah saya ga pengen ngomongin mereka,toh mereka berhak melakukan apa saja.itulah sebabnya dalam dua hari ini bapak saya harus berganti profesi,saya yakin hal itu begitu berat buat bapak,mengingat usia bapak yg tak muda lagi,miris hati saya waktu mendengar bapak mengucap salam saat keluar rumah,ingin rasanya mencegah,meminta bapak dirumah,dan sayalah yg menggantikan semua ini,tapi..
bapak tidak pernah mengeluh sedikitpun,bahkan semalam kami sekeluarga masih bisa tertawa bersama,melihat keceriaan sikecil lintang yg begitu senangnya dengan helm barunya,saya yakin ini semua hanya sesaat,dan pastinya ada banyak keindahan yg akan kami sekeluarga rasakan nantinya.
beri kami kekuatan ya Alloh,beri kami kekuatan..trimakasih ya Alloh dengan begitu beratnya hari-hari belakangan ini yg kami alami,terlebih aku,yg terkadang membuatku hilang sebuah kepercayaan diri,dan menyalahkan keadaan,begitu sulitnya meraih apa yg begitu aku impikan bukan hanya dengan segala perbedaan dan kekurangan yg ada tapi lebih pada tidak adanya keyakinan arti utk lain pihak. tapi sudahlah,semua ada jalannya jika waktunya tiba,dengan segala keterbatasan tanpa ada sedikitpun fasilitas kemudahan yg bisa disediakan oleh orang tua ku,jauh dilubuk hatiku dua hari ini membuatku semakin bersyukur betapa sayangnya Alloh pada kami,dalam kondisi yg serba sulit seperti ini,kami masih bertebar kasih sayang,dan berbagi kebahagiannya,perhatian dan saling menguatkan.
trimakasih ya Alloh...telah memberiku seorang bapak yg begitu hebat ![]()